Rabu, 23 Februari 2011

LAMPU TAMAN

0 komentar
Lampu taman biasanya digunakan pemilik rumah untuk menerangi taman pada malam hari, sehingga taman akan tetap terlihat indah dan terang walaupun hari telah gelap, lalu apa kaitannya dengan artikel kali ini, yah … pada artikel kali ini kita akan mencoba membuat rangkaian lampu taman otomatis, fungsinya lampu ini akan secara otomatis hidup ketika hari mulai gelap, sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot untuk menghidupkan lampu tersebut karena dengan rangkainai ini lampu akan hidup dan mati secara otomatis sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya.

Alat dan bahan

  1. Batrai 9 volt DC
  2. Variable resistor 1k ohm
  3. LDR (sensor cahaya)
  4. Relay
  5. Transistor NPN 2N2222A

Prinsip Kerja Rangkaian


Gambar. Rangkaian Lampu Taman Otomatis


Rangkaian ini menggunakan prinsip pembagi tegangan, jadi ketika LDR menerima cahaya / kondisi siang ( Resistansi LDR ketika mendapatkan cahaya mendekati 400 Ohm ketika tidak menerima cahaya resistansi nya mendekati 1 Mega Ohm) maka resistansi LDR lebih kecil daripada resistansi Variabel Resistor sehingga tidak ada kondisi transistor cut-off dan relay tidak aktif sehingga lampu akan mati, tapi ketika LDR tidak menerima cahaya / kondisi malam hari resistansi LDR lebih besar dibandingkan resistansi variable resistor sehingga transistor dalam keadaan saturasi/ aktif dan relay aktif sehingga lampu akan hidup.

Selamat mencoba…
Salam santun…

‘Si Cantik’ dan ‘Si Ajaib’ Lilin Elektronik

1 komentar

‘Si Cantik’ dan ‘Si Ajaib’ Lilin Elektronik

Sewaktu nongkrong disebuah cafe, tiba-tiba ada seseorang datang menawarkan sesuatu, dia bilang itu lilin elektronik. Hmm,, hati saya tertarik untuk melihat dan mengamatinya karena bentuknya yang cantik dan unik, memang tampak seperti sebuah lilin hias, namun tidak ada api yang menyala pada lilin tersebut. Jiwa fisika saya langsung bertanya, gimana ya cara kerja lilin tersebut, kok hanya dengan tiupan saja dia bisa mati dan nyala?? Ajaib bukan??



Cara Kerja
Nah biar nggak penasaran, secara ilmu fisika dan elektronika lilin elektronik ini sebenarnya adalah rangkaian lampu LED yang memiliki sensor kegelapan LDR (Light Dependent Resistor ). Cara kerjanya sederhana saja. Saat gelap, LDR yang berfungsi sebagai saklar akan mengaktifkan lampu LED. Sebaliknya jika cahaya mulai terang LDR akan mematikan lampu LED. Kadang ada jenis lilin elektronik yang mematikannya dengan meniup seperti meniup lilin biasa atau juga hanya dengan menggoyangnya. Inilah yang dinamakan lilin elektronik atau led candle.

Sumber energi lilin elektronik adalah baterai semacam baterai jam. Dengan adanya lilin elektronik yang tentu saja bisa menghindarkan dari bahaya kebakaran, juga tidak berasap dan mempunyai beragam bentuk yang menarik seperti bentuk batang, rose dan ice cube dan lain-lain. Cahaya yang dikeluarkan tidak hanya berwarna kuning namun bisa beragam pula seperti warna merah, biru, hijau bahkan unggu dan masih banyak tampilan bentuk serta warna lain.

LDR

0 komentar

Light Dependent Resistor

Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut LDR adalah jenis Resistor yang nilai nya berubah seiring intensitas cahaya yang diterima oleh komponen tersebut. Biasa digunakan sebagai detektor cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya.Light Dependent Resistor, terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya.
Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya redup.
Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat cahaya terang.

LDR dengan Transistor sebagai saklar.
Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya akan lebih cepat respon rangkaian. Saya lebih menyarankan untuk menggunakan Op-Amp.
Akan lebih mudah mengatur respon rangkaian bila kita gunakan Op-Amp sebagai penguat atau saklar pada rangkaian LDR. Kita bisa gunakan berbagai jenis Op-Amp yang tersedia. Kalau tersedia jenis CMOS atau yang lain tidak akan mempengaruhi penampilan LDR pada rangkaian.
Tergantung pada aplikasi rangkaian yang akan kita rakit. Apakah keluaran Op-Amp akan tinggi saat LDR tidak mendapat cahaya atau Keluaran Op-Amp akan mencapai tegangan supply pada saat LDR mendapat cahaya. Gunakan rangkaian dasar Op-Amp Inverse atau Non-inverse.
Pada penggunaan LDR dengan gerbang TTL atau CMOS, maka saya sarankan untuk memberi penguatan sebelum inputan TTL atau CMOS. Transistor atau kah Op-Amp yang kita gunakan mana yang baik dan mudah bagi anda.

Selasa, 02 November 2010

led cahaya

1 komentar

Sensor cahaya gelap dengan sirkuit LED Sederhana dan Murah


Komunitas elektronika Indonesia. Kuasai elektronika sederhana untuk memajukan teknologi indonesia
Sensor cahaya dengan LED sebuah phototransistor LTR 4206E, sebuah transistor 2N3904, dan sebuah resistor 1 k. LED warna merah, menyilaukan terang seperti 60 lilin
Berikut adalah masalah yang sederhana: "Bagaimana Anda membuat menghidupkan LED pada saat hari gelap?" Anda mungkin menyebutnya "masalah lampu malam," tapi sama seperti pertanyaan muncul dalam banyak situasi akrab - lampu darurat, lampu jalan, lampu latar konyol keyboard komputer, dan daftar terus.

Solusi? Banyak. Dengan menggunakan rangkaian dengan photoresistor CdS , kadang-kadang disebut fotosel atau LDR, untuk "resistor bergantung pada cahaya." Photoresistors dapat diandalkan dan biaya sekitar 1000 masing-masing, tetapi akan pergi karena mengandung kadmium, logam berat beracun yang penggunaannya semakin diatur. Ada solusi lain juga. Cari di sini untuk beberapa-amp berbasis sirkuit photodetektor op dengan output LED, dan memeriksa beberapa trik yang digunakan dalam dirancang dengan baik lampu taman surya, yang meliputi permata seperti menggunakan sel surya itu sendiri sebagai sensor. (Our own solar circuit collection is here .) (Koleksi surya sirkuit kami sendiri di sini .)
Pada artikel ini kita menunjukkan bagaimana untuk membangun sangat sederhana - bahkan mungkin paling sederhana - rangkaian LED aktif waktu gelap. Untuk LED dan baterai kita menambahkan hanya tiga komponen, dengan biaya kurang dari lima ribu sama sekali (dan jauh lebih sedikit jika Anda membeli dalam jumlah besar). Anda bisa membangun dalam waktu kurang dari lima menit atau kurang (jauh lebih sedikit dengan praktek).
Apa yang dapat Anda lakukan dengan seperti rangkaian LED cahaya yang dikontrol murah? Hampir semua hal benar. Namun, satu aplikasi menyenangkan adalah membuat LED yang mengubah diri mereka sendiri di siang hari untuk menghemat daya. biasanya dapat bertahan hingga dua minggu. Menambahkan tombol lampu tingkat seperti ini dapat secara signifikan memperpanjang masa hidup mereka.
Berikut adalah komponen kami: Di atas: koin sel lithium CR2032 (3 V) Pada bagian bawah (LR): LED, sebuah phototransistor LTR-4206E, sebuah transistor 2N3904, dan sebuah resistor 1 k. LED ini adalah merah, menyilaukan terang seperti 60 lilin, dalam paket 10 mm. terlihat selama sekitar dua puluh meter di ruangan terang. Seperti yang telah disebutkan, yang terakhir tiga biaya sekitar 10 ribu semua, dan jauh lebih sedikit dalam jumlah besar. HAHAHAHAHAHHA
The LTR-4206E adalah sebuah phototransistor dalam ukuran 3mm. Terlihat blok paket cahaya hitam, sehingga hanya sensitif terhadap cahaya inframerah - itu melihat sinar matahari dan lampu pijar, tetapi tidak fluorescent atau (paling) lampu debit - itu benar-benar akan datang pada malam hari.

Titik awal kami adalah rangkaian LED yang paling sederhana: bahwa dari LED dapat listrik langsung dari sel koin lithium 3V. Dari sini, kita menambahkan pada phototransistor, yang sensitip cahaya, dan kita menggunakan outputnya untuk mengendalikan transistor, yang mengubah LED.
Diagram sirkuit terlihat seperti ini, silahkan abaikan tulisan tangan berantakan. ;) ;)
Ketika cahaya jatuh pada phototransistor, ia mulai untuk melakukan sampai sekitar 1,5 mA, yang menarik turun tegangan di sisi bawah resistor dengan 1,5 V, transistor mati dan mematikan LED. Ketika gelap, transistor mampu melakukan sekitar 15 mA melalui LED. Jadi, sirkuit menggunakan hanya sekitar 1 / 10 sebanyak sekarang sedangkan LED dimatikan. Satu hal yang perlu diperhatikan tentang rangkaian ini: Kami menggunakan LED merah. Itu karena tegangan transistor memungkinkan kurang dari 3V di LED.

sensor,,,

0 komentar
Gelombang ultrasonik adalah gelombang dengan besar frekuensi diatas frekuensi gelombang suara yaitu lebih dari 20 KHz. Seperti telah disebutkan bahwa sensor ultrasonik terdiri dari rangkaian pemancar ultrasonik yang disebut transmitter dan rangkaian penerima ultrasonik yang disebut receiver. Sinyal ultrasonik yang dibangkitkan akan dipancarkan dari transmitter ultrasonik. Ketika sinyal mengenai benda penghalang, maka sinyal ini dipantulkan, dan diterima oleh receiver ultrasonik. Sinyal yang diterima oleh rangkaian receiver dikirimkan ke rangkaian mikrokontroler untuk selanjutnya diolah untuk menghitung jarak terhadap benda di depannya (bidang pantul).

Prinsip kerja dari sensor ultrasonik dapat ditunjukkan dalam gambar dibawah ini :

Prinsip Kerja Sensor Ultrasonik

Prinsip Kerja Sensor Ultrasonik

Prinsip kerja dari sensor ultrasonik adalah sebagai berikut :

1. Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz, biasanya yang digunakan untuk mengukur jarak benda adalah 40kHz. Sinyal tersebut di bangkitkan oleh rangkaian pemancar ultrasonik.
2. Sinyal yang dipancarkan tersebut kemudian akan merambat sebagai sinyal / gelombang bunyi dengan kecepatan bunyi yang berkisar 340 m/s. Sinyal tersebut kemudian akan dipantulkan dan akan diterima kembali oleh bagian penerima Ultrasonik.
3. Setelah sinyal tersebut sampai di penerima ultrasonik, kemudian sinyal tersebut akan diproses untuk menghitung jaraknya. Jarak dihitung berdasarkan rumus :

S = 340.t/2

dimana S adalah jarak antara sensor ultrasonik dengan bidang pantul, dan t adalah selisih waktu antara pemancaran gelombang ultrasonik sampai diterima kembali oleh bagian penerima ultrasonik.

a. Pemancar Ultrasonik (Transmitter)

Pemancar Ultrasonik ini berupa rangkaian yang memancarkan sinyal sinusoidal berfrekuensi di atas 20 KHz menggunakan sebuah transducer transmitter ultrasonik

Rangkaian Pemancar Gelombang Ultrasonik
Rangkaian Pemancar Gelombang Ultrasonik

Prinsip kerja dari rangkaian pemancar gelombang ultrasonik tersebut adlah sebagai berikut :

1. Sinyal 40 kHz dibangkitkan melalui mikrokontroler.
2. Sinyal tersebut dilewatkan pada sebuah resistor sebesar 3kOhm untuk pengaman ketika sinyal tersebut membias maju rangkaian dioda dan transistor.
3. Kemudian sinyal tersebut dimasukkan ke rangkaian penguat arus yang merupakan kombinasi dari 2 buah dioda dan 2 buah transistor.
4. Ketika sinyal dari masukan berlogika tinggi (+5V) maka arus akan melewati dioda D1 (D1 on), kemudian arus tersebut akan membias transistor T1, sehingga arus yang akan mengalir pada kolektotr T1 akan besar sesuai dari penguatan dari transistor.
5. Ketika sinyal dari masukan berlogika tinggi (0V) maka arus akan melewati dioda D2 (D2 on), kemudian arus tersebut akan membias transistor T2, sehingga arus yang akan mengalir pada kolektotr T2 akan besar sesuai dari penguatan dari transistor.
6. Resistor R4 dan R6 berfungsi untuk membagi tengangan menjadi 2,5 V. Sehingga pemancar ultrasonik akan menerima tegangan bolak – balik dengan Vpeak-peak adalah 5V (+2,5 V s.d -2,5 V).

b. Penerima Ultrasonik (Receiver)

Penerima Ultrasonik ini akan menerima sinyal ultrasonik yang dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan karakteristik frekuensi yang sesuai. Sinyal yang diterima tersebut akan melalui proses filterisasi frekuensi dengan menggunakan rangkaian band pass filter (penyaring pelewat pita), dengan nilai frekuensi yang dilewatkan telah ditentukan. Kemudian sinyal keluarannya akan dikuatkan dan dilewatkan ke rangkaian komparator (pembanding) dengan tegangan referensi ditentukan berdasarkan tegangan keluaran penguat pada saat jarak antara sensor kendaraan mini dengan sekat/dinding pembatas mencapai jarak minimum untuk berbelok arah. Dapat dianggap keluaran komparator pada kondisi ini adalah high (logika ‘1’) sedangkan jarak yang lebih jauh adalah low (logika’0’). Logika-logika biner ini kemudian diteruskan ke rangkaian pengendali (mikrokontroler).

Rangkaian Penerima Gelombang Ultrasonik

Rangkaian Penerima Gelombang Ultrasonik

Prinsip kerja dari rangkaian pemancar gelombang ultrasonik tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pertama – tama sinyal yang diterima akan dikuatkan terlebih dahulu oleh rangkaian transistor penguat Q2.
2. Kemudian sinyal tersebut akan di filter menggunakan High pass filter pada frekuensi > 40kHz oleh rangkaian transistor Q1.
3. Setelah sinyal tersebut dikuatkan dan di filter, kemudian sinyal tersebut akan disearahkan oleh rangkaian dioda D1 dan D2.
4. Kemudian sinyal tersebut melalui rangkaian filter low pass filter pada frekuensi < 40kHz melalui rangkaian filter C4 dan R4.
5. Setelah itu sinyal akan melalui komparator Op-Amp pada U3.
6. Jadi ketika ada sinyal ultrasonik yang masuk ke rangkaian, maka pada komparator akan mengeluarkan logika rendah (0V) yang kemudian akan diproses oleh mikrokontroler untuk menghitung jaraknya.

Minggu, 31 Oktober 2010

tugas fisika

0 komentar
JAWABAN DARI SOAL NO. 1

DIKET : Q1 = 20 µC = 20 * 10 -6 C
Q2 = 40 µC = 40 * 10 -6 C
r = 6 cm = 6 * 10 -2 m
k = 9 * 10 -9 Nm2/c2

DIT : F12=…..?

JAWAB : F12 = F21

= k Q1 * Q2
R2

= 9 * 10 -9 Nm2/c2 20 * 10 -6 C * 40 * 10 -6 C
(6 * 10 -2 m)2

= 9 * 10 -9 Nm2/c2 800 * 10 -12 C
36 * 10 -4 m2

= 9 * 10 -9 Nm2/c2 * 800 * 10 -12 C
36 * 10 -4 m2

= 2000 N

JAWABAN DARI SOAL NO. 2


DIKET : Q1 = 30 µC = 30 * 10 -6 C
Q2 = 50 µC = 50 * 10 -6 C
F12= 200 N
k = 9 * 10 -9 Nm2/c2

DIT : r2=…..?

JAWAB : F12 = k Q1 * Q2
r2

200 N = 9 * 10 -9 Nm2/c2 30 * 10 -6 C * 50 * 10 -6 C
r2

200 N = 9 * 10 -9 Nm2/c2 1500 * 10 -12 C
r2

200 N = 9 * 10 -9 Nm2/c2 * 1500 * 10 -12 C
r2

200 N = 13500 * 10 -11 C
r2

r2 = 13500 * 10 -11 C
200 N
r2 = 33,75 cm

Sabtu, 23 Oktober 2010

sweet child o mine

0 komentar
She's got a smile that it seems to me

Reminds me of childhood memories

Where everything

Was as fresh as the bright blue sky

Now and then when I see her face

She takes me away to that special place

And if I stared too long

I'd probably break down and cry

Sweet child o' mine

Sweet love of mine

She's got eyes of the bluest skies

And if they thought of rain

I hate to look into those eyes

And see an ounce of pain

Her hair reminds me of a warm safe place

Where as a child I'd hide

And pray for the thunder

And the rain

To quietly pass me by

Sweet child o' mine

Sweet love of mine [X3]

Where do we go

Where do we go now

Where do we go

Sweet child o' mine

a thousand suns

1 komentar
“A Thousand Suns” Track Listing

1. Linkin Park – The Requiem nl
2. Linkin Park – The Radiancewnl
3. Linkin Park – Burning In The Skies
4. Linkin Park – Empty Spaces
5. Linkin Park – When They Come For Me
6. Linkin Park – Robot Boy
7. Linkin Park – Jornada Del Muerto
8. Linkin Park – Waiting For The End
9. Linkin Park – Blackout
10. Linkin Park – Wretches And Kings
11. Linkin Park – Wisdom, Justice, And Love
12. Linkin Park – Iridescent
13. Linkin Park – Fallout
15. Linkin Park – The Messenger
14. Linkin Park – The Catalyst

Kamis, 24 September 2009

in the end

4 komentar
















Rabu, 23 September 2009

the LP

5 komentar






my favorit band

0 komentar
Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.

Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park – saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias "Phoenix" juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.

Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I've Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.
Daftar isi


* 1 Sejarah
o 1.1 Awal mula
o 1.2 Hybrid Theory
o 1.3 Meteora
o 1.4 Proyek sampingan
o 1.5 Minutes to Midnight
* 2 Jenis musik
o 2.1 Aliran
o 2.2 Teknis
* 3 Linkin Park Underground
* 4 Anggota
o 4.1 Anggota Sekarang
o 4.2 Mantan Anggota
* 5 Diskografi
* 6 Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park
* 7 Pranala luar

Sejarah
awal mula

Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) yang merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.

Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu, Hybrid Theory menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang bertajuk Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping

Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Nama itu diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web linkinpark.com.
[sunting] Hybrid Theory
Linkin Park saat konser di Praha, Ceko.

Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage dan My December (lagu).

Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty, tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It's Goin' Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.
[sunting] Meteora

Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.

Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori "Video Rock Terbaik" untuk lagu "Somewhere I Belong" dan "Penghargaan Pilihan Pemirsa" (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu "Penghargaan Musik Radio 2004", "Penghargaan Artis Tahun Ini" dan "Penghargaan Lagu Tahun Ini" melalui lagu "Numb". Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.

Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, "Live In Texas", yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.
[sunting] Proyek sampingan
Mike Shinoda saat diwawancarai oleh MTV Thailand di Bangkok, Thailand.

Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album "Collision Course". Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album "Hybrid Theory" dan "Meteora" serta lagu-lagu Jay Z dalam album "Blueprint" serta "The Black Album". Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori "Lagu Rap Terbaik" dan "Kolaborasi Terbaik".

Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album "The Rising Tied". Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. Lalu, Linkin Park pergi ke Jepang tahun 2006 untuk mengikuti festival musik populer di Jepang, yaitu Summer Sonic.
Minutes to Midnight

Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu "Minutes To Midnight". Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya "Minutes To Midnight" (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.

Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, "What I've Done", sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu "Bleed It Out". Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park akan merilis singel "Shadow of the Day".

Lagu "No Roads Left" bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu "Qwerty" bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.

Mereka juga merilis lagu "New Divide" yang dipakai untuk soundtrack film terbaru Transformers yaitu Transformers: Revenge of the Fallen.Lagu ini juga sudah mencapai posisi 6 di Amerika Serikat dan di Inggris mencapai posisi 20
Jenis musik
Aliran
Chester Bennington, vokalis Linkin Park, saat konser di The Globe Arena di Stockholm, Swedia.

Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.

Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.
Teknis

Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.

Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.
Linkin Park Underground

Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, dan album mini (EP).
Anggota
Anggota Sekarang

1. Chester Bennington – vokal
2. Rob Bourdon – drum
3. Brad Delson – gitar
4. Dave "Phoenix" Farrell – bass
5. Joseph Hahn – turntable, sampling
6. Mike Shinoda – backing vocal, sampling, rap, keyboard, gitar

Mantan Anggota

1. Mark Wakefield – Vokal
2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
3. Kyle Christener – Bass (Stand-in)

Diskografi

Artikel utama: Diskografi Linkin Park

ALBUM

1. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
2. Meteora - 25 Maret 2003
3. Live In Texas - 18 November 2003
4. Minutes to Midnight - 15 Mei 2007
5. Road to Revolution - 24 November 2008
6. Songs From The Undergroud - 27 November 2008

REMIXES

1. Reanimation - 30 Juli 2002
2. Collision Course - 30 November 2004

Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park

1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
4. Xero - Nama lama Linkin Park
5. Tasty Snax - Band lama Dave "Phoenix" Farrell
6. Grey Daze - Band lama Chester Bennington