Rabu, 23 Februari 2011

LAMPU TAMAN

0 komentar
Lampu taman biasanya digunakan pemilik rumah untuk menerangi taman pada malam hari, sehingga taman akan tetap terlihat indah dan terang walaupun hari telah gelap, lalu apa kaitannya dengan artikel kali ini, yah … pada artikel kali ini kita akan mencoba membuat rangkaian lampu taman otomatis, fungsinya lampu ini akan secara otomatis hidup ketika hari mulai gelap, sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot untuk menghidupkan lampu tersebut karena dengan rangkainai ini lampu akan hidup dan mati secara otomatis sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya.

Alat dan bahan

  1. Batrai 9 volt DC
  2. Variable resistor 1k ohm
  3. LDR (sensor cahaya)
  4. Relay
  5. Transistor NPN 2N2222A

Prinsip Kerja Rangkaian


Gambar. Rangkaian Lampu Taman Otomatis


Rangkaian ini menggunakan prinsip pembagi tegangan, jadi ketika LDR menerima cahaya / kondisi siang ( Resistansi LDR ketika mendapatkan cahaya mendekati 400 Ohm ketika tidak menerima cahaya resistansi nya mendekati 1 Mega Ohm) maka resistansi LDR lebih kecil daripada resistansi Variabel Resistor sehingga tidak ada kondisi transistor cut-off dan relay tidak aktif sehingga lampu akan mati, tapi ketika LDR tidak menerima cahaya / kondisi malam hari resistansi LDR lebih besar dibandingkan resistansi variable resistor sehingga transistor dalam keadaan saturasi/ aktif dan relay aktif sehingga lampu akan hidup.

Selamat mencoba…
Salam santun…

‘Si Cantik’ dan ‘Si Ajaib’ Lilin Elektronik

1 komentar

‘Si Cantik’ dan ‘Si Ajaib’ Lilin Elektronik

Sewaktu nongkrong disebuah cafe, tiba-tiba ada seseorang datang menawarkan sesuatu, dia bilang itu lilin elektronik. Hmm,, hati saya tertarik untuk melihat dan mengamatinya karena bentuknya yang cantik dan unik, memang tampak seperti sebuah lilin hias, namun tidak ada api yang menyala pada lilin tersebut. Jiwa fisika saya langsung bertanya, gimana ya cara kerja lilin tersebut, kok hanya dengan tiupan saja dia bisa mati dan nyala?? Ajaib bukan??



Cara Kerja
Nah biar nggak penasaran, secara ilmu fisika dan elektronika lilin elektronik ini sebenarnya adalah rangkaian lampu LED yang memiliki sensor kegelapan LDR (Light Dependent Resistor ). Cara kerjanya sederhana saja. Saat gelap, LDR yang berfungsi sebagai saklar akan mengaktifkan lampu LED. Sebaliknya jika cahaya mulai terang LDR akan mematikan lampu LED. Kadang ada jenis lilin elektronik yang mematikannya dengan meniup seperti meniup lilin biasa atau juga hanya dengan menggoyangnya. Inilah yang dinamakan lilin elektronik atau led candle.

Sumber energi lilin elektronik adalah baterai semacam baterai jam. Dengan adanya lilin elektronik yang tentu saja bisa menghindarkan dari bahaya kebakaran, juga tidak berasap dan mempunyai beragam bentuk yang menarik seperti bentuk batang, rose dan ice cube dan lain-lain. Cahaya yang dikeluarkan tidak hanya berwarna kuning namun bisa beragam pula seperti warna merah, biru, hijau bahkan unggu dan masih banyak tampilan bentuk serta warna lain.

LDR

0 komentar

Light Dependent Resistor

Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut LDR adalah jenis Resistor yang nilai nya berubah seiring intensitas cahaya yang diterima oleh komponen tersebut. Biasa digunakan sebagai detektor cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya.Light Dependent Resistor, terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya.
Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya redup.
Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat cahaya terang.

LDR dengan Transistor sebagai saklar.
Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya akan lebih cepat respon rangkaian. Saya lebih menyarankan untuk menggunakan Op-Amp.
Akan lebih mudah mengatur respon rangkaian bila kita gunakan Op-Amp sebagai penguat atau saklar pada rangkaian LDR. Kita bisa gunakan berbagai jenis Op-Amp yang tersedia. Kalau tersedia jenis CMOS atau yang lain tidak akan mempengaruhi penampilan LDR pada rangkaian.
Tergantung pada aplikasi rangkaian yang akan kita rakit. Apakah keluaran Op-Amp akan tinggi saat LDR tidak mendapat cahaya atau Keluaran Op-Amp akan mencapai tegangan supply pada saat LDR mendapat cahaya. Gunakan rangkaian dasar Op-Amp Inverse atau Non-inverse.
Pada penggunaan LDR dengan gerbang TTL atau CMOS, maka saya sarankan untuk memberi penguatan sebelum inputan TTL atau CMOS. Transistor atau kah Op-Amp yang kita gunakan mana yang baik dan mudah bagi anda.